Rabu, 26 Juni 2019

Misteri Rumah Kentang "Freemasonry" Bandung


Awalnya saya mengira yang disebut Rumah Kentang adalah restoran, cafe atau semacamnya. Sebuah bangunan berbentuk kentang atau menjual olahan serba kentang mungkin. Atau mungkin juga perkebunan kentang petik sendiri. Asumsi itu tak lepas karena di era instagramable ini sepertinya orang-orang kreatif berlomba-lomba menciptakan inovasi dengan menyulap suatu tempat termasuk menu makanan. Apalagi di Bandung ini banyak spot-spot untuk social media photo hunter (ini sebutan dari saya sendiri).

Untunglah, pemikiran saya di atas hanya tersimpan dalam ruang pikiran. Kalau tidak, saya sudah pasti jadi bahan tertawaan.

Rumah Kentang ternyata adalah bangunan sejarah peninggalan era Belanda di Indonesia. Terletak strategis di perempatan Jalan Banda dan Jalan Aceh berdekatan dengan GOR Saparua. Berada di kawasan militer Siliwangi.

Jika membicarakan Kota Bandung, di sini adalah kawasan idaman bagi saya. Masih banyak dinaungi pohon-pohon besar. Bangunan-bangunan arsitektur Eropa masih banyak dijumpai. Inilah Bandung dalam benak saya. Sebuah kota di perbukitan dengan hawa dingin dan jauh dari kata macet.

Ternyata saya sudah pernah melintasi Rumah Kentang. Namun, saya menganggap rumah ini sebatas bangunan yang pernah dihuni oleh orang Eropa. Lebih dari itu, Rumah Kentang memiliki misteri.

Ketika saya tiba di Rumah Kentang, Bandung Bus Tour (Bandros) tengah berhenti di jalan raya. Sang pemandu tampak menunjuk bangunan ini dan menjelaskan sesuatu kepada penumpang. Entah tentang kisah horor atau sejarahya? Saya jadi makin penasaran naik Bandros.

Rumah Kentang (Dokumentasi Rina Darma)

Kalau dilihat di foto, bangunan tersebut tidak menggambarkan kentang sama sekali. Dalam sekilas juga tidak tampak ada tanaman kentang. Justru nampak seperti sebuah rumah kosong berhantu.

Penyebutan Rumah Kentang berawal dari pengakuan orang-orang yang kerap mencium aroma kentang di malam hari. Mitos yang paling dipercaya adalah jika ada seorang ibu tengah memasak kentang sembari menggendong anaknya. Tak sengaja gendongan terlepas dan anak nyemplung di kuali. Karena aroma kentang itulah, rumah ini mendapat julukan Rumah Kentang.

Selain itu, beredar juga cerita anjing jelmaan di dekat rumah kentang. Ada yang mengaku pernah dikejar anjing tabi tiba-tiba lenyap begitu saja di perempatan. Karena kecenderungan orang menyukai hal-hal bersifat horor jadilah cerita Rumah beraroma Kentang berikut anjing jadi-jadian tersebar dari mulut ke mulut.

Jaarbeurs (diambil dari Mooi Oude Bandoeng)

Rumah Kentang sebut saja begitu, dibangun sekitar tahun 1907 atas nama IJS. Schrieder. Berada dalam kompleks Jaarbeurs dan kawasan yang mayoritas dihuni Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau  het Koninklijke Nederlands(ch) Indishe Leger KNIL. Itulah sebabnya sekarang menjadi kawasan militer. Jaarbeurs sendiri merupakan pasar tahunan untuk menggelar panen terbaik dari Jawa Barat (Lapangan Saparua kini).

Rumah ini milik Supangat Sumarno guru besar Teknik Lingkungan Trisakti dan mengajar di ITB dan istrinya Parwati Soepangat dosen psikologi Unpad dan sesekali mengajar di Universitas Maranatha. Ibu Parwati beragama Budha dan sudah meninggal. Suaminya tinggal di Jakarta dan sakit parah. Rumah tersebut kini diurus oleh orang yang ditunjuknya.

Karena mengikuti Ngaleut jejak Freemasonry di Rumah Ibu Suyati terletak persis di sebelah Rumah Kentang, saya mengetahui jika rumah kentang sebenarnya adalah bangunan suci Freemasonry. Dibangun melalui iuran para anggotanya.

Rumah ini di dalamnya seperti rumah biasa. Ada kamar, woonkamer (ruang tamu), rijstaffel (ruang makan), keuken (dapur), lorong, dan aula. Dulunya, hanya anggota Freemasonry yang boleh masuk tapi kemudian siapa saja boleh masuk. Sehingga, Ibu Suyati menganggap bangunan ini sudah tidak suci lagi.

Woonkamer (diambil dari Mooi Oude Bandoeng)

Ciri khas kaum masonik gemar memunculkan simbol dalam yang dituangkan dalam arsitek bangunan. Di antaranya simbol bintang david, 13 pilar, dan menorah. Namun, saya sendiri tidak melihatnya langsung karena tidak memasuki areal Rumah Kentang.

Freemasonry berpusat di Paris kemudian masuk ke Hindia Belanda. Salahsatu tokohnya adalah Jan Pieterszonn Coen, pendiri Batavia. Freemasonry dan segala derivatnya dibubarkan dan dilarang keberadaanya di Indonesia oleh Presiden Soekarno melalui Lembaran Negara Nomor 18/1961 yang dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 Tahun 1962. Namun, di era Presiden Gus Dur atau 38 tahun kemudian, melalui Keppres Nomor 69 Tahun 2000 ia mencabut Keppres 264/1962 sehingga Freemasonry kembali resmi dan sah di Indonesia.

Untuk arti Freemasonry ada dalam tulisan sebelumnya: Jejak Gedung Setan di Bandung

Saat ini katanya tanah Rumah Kentang sedang dalam sengketa. Sayang sekali jika bangunan heritage ini – terlepas dari kontroversinya- jika harus diratakan dengan tanah.

Foto bersama Komunitas Aleut "Ngaleut Jejak Freemasonry di Bandung" (Instagram @komunitasaleut)

Masih percaya Rumah Kentang sebagai rumah berhantu (haunted home) dengan anjing jadi-jadian? Atau semakin penasaran dengan Freemasonry?


Referensi Bacaan:
Rumah Kentang Bandung (Indonesia Version). http://hallooudebandoeng.blogspot,com
Berbagi Pengalaman Meliput Rumah Kentang. http://garistepilapanghijau.wordpress.com
Sejarah Singkat Freemason di Indonesia. https://kaskus.co.id

Tidak ada komentar: