Selasa, 30 Juli 2019

Menyaksikan Puncak Merapi dari Desa Terakhir

Bukit Klangon (Dokumentasi Pribadi)


Merapi, gunung teraktif namun eksotis. Ia memikat bukan hanya ilmuwan tapi juga para petualang. Merapi sudah berkali-kali menunjukkan keganasannya. Namun dibalik kedahsyatan dan kepiluan yang ditinggalkan, Merapi selalu berbenah. Sehingga tak akan pernah bosan menyambangi Merapi.
Berbekal informasi dari Kakak, saya yang berniat mengunjungi Merapi akhirnya memutuskan mendatangi bukit wisata Klangon. Desa terakhir yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Puncak Merapi. Terletak di desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman sekitar 41 kilometer di utara kota Yogyakarta.

Ketika saya tiba, kabut tebal menutupi puncak. Namun, seiring senja menuju cakrawala, puncak merapi menampakkan dirinya. Ibarat lelaki, ia begitu gagah jika perempuan ia nan cantik. Mengundang siapapun untuk langsung menghadapkan fokus kameranya sore itu. Kami tersihir dengan bekas Geger Boyo yang telah runtuh tahun 2006. Menyisakan sebuah lubang kawah menganga.

Wisata Alam Bukit Klangon (Dokumentasi Pribadi)

Andalan wisata di sini adalah panorama kaki gunung dan Puncak Merapi. Banyak spot yang bisa digunakan untuk selfie dan mengasah kemampuan fotografi. Ada sebuah gardu pandang dengan ketinggian lima meter yang terbuat dari bambu yang bisa digunakan untuk berfoto dengan latar puncak Merapi. Untuk bisa menggunakan gardu pandang ini harus antri karena kapasitas maksimal orang hanya lima orang. Karenanya, lebih baik sabar menunggu daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sunset di Bukit Klangon (Dokumentasi pribadi)

Ada jembatan bambu unik yang bisa digunakan sebagai spot foto. Jembatan ini menghubungkan kawasan wisata yang terbelah jalan sekaligus sebagai undakan. Kalau agak takut ketinggian, pilihan menyaksikan Merapi bisa dengan duduk di bangku-bangku atau gasebo yang disediakan.
Ketika saya menyusuri Bukit Klangon, saya berjumpa dengan beberapa orang yang sedang bersepeda gunung. Terletak di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, Bukit Klangon memiliki trek dan downhill yang menjadi surga bagi penyuka olahraga ini. Perpaduan lintasan downhill terbaik dan panorama ciamik membuat  event kejuaraan sepeda baik regional maupun nasional tahunan rutin digelar di sini.
 
Terus mendaki ke atas, saya menemukan bangunan unik bertuliskan Rotary International. Kabarnya, organisasi internasional yang memiliki misi kemanusiaan ini membantu pengembangan wisata minat khusus di Bukit Klangon.

Usai mengikuti jalan setapak tak jauh dari gardu pandang Rotary International terdapat hamparan tanah datar. Dari bekas arang dan abu menunjukkan kalau tempat ini biasa digunakan sebagai tempat camping atau camping ground.

Selain atraksi yang saya kunjungi di Bukit Klangon, berdasar papan informasi terdapat padang edelweiss. Namun, padang bunga abadi bernama latin Anaphalis javanicus ini sebagian besar telah rusak akibat erupsi merapi 2010. Saya tidak mencoba menelusuri lokasinya karena hari beranjak petang.

Edelweiss merupakan bunga yang dilindungi. Namun, jika tertarik terdapat beberapa penduduk lokal yang menjualnya. Edelweiss tersebut merupakan hasil budidaya. Dengan membelinya, kita bisa membantu perekonomian warga dari sektor wisata.

Letusan Kecil Merapi (Dokumentasi pribadi)

Ketika saya hendak bertolak, merapi bergemuruh. Guguran lava meluncur sepersekian detik bersamaan dengan asap mengepul. Saya hendak lari karena memori letusan gunung merapi, pikiran saya sudah macam-macam. Namun tidak ada peringatan. Merapi mengeluarkan letusan kecil. Letusan kecil yang katanya memang hampir tiap hari. Memang harusnya begitu, karena jika merapi berhenti mengeluarkan letusan kecil yang terjadi adalah letusan eksplosif.

Saat meletus, gunung sedang membuat body begitu ingat saya menurut penjelasan Mbah Rono. Surono merupakan ahli geologi yang juga mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi yang namanya tak asing saat merapi meletus. Gunung Merapi kembali mencari keseimbangan. Bukan tidak mungkin merapi yang kini memiliki ketinggian 2.930 mdpl akan terus bertambah tinggi seiring dengan letusan-letusan yang dihasilkan.

Bukit Klangon menjadi salahsatu spot terbaik untuk mengabadikan puncak merapi dan muntahan lava pijar. Tak heran menjelang malam datang, saya masih menjumpai pengunjung yang berdatangan.

Ohya, sebagai kenang-kenangan, saya membeli seikat edeilwess. Bunga abadi untuk mengabadikan kunjungan saya dan keluarga kecil di Bukit Klangon.


Artikel ini telah tayang di travelblog.id tanggal 29 Juli 2019 dengan judul Menyaksikan Puncak Merapi dari Bukit Wisata Klangon 

Tidak ada komentar: